Meningkatnya Karbon Dioksida Adalah Penyebab Heatwave

 

Meningkatnya Karbon Dioksida Adalah Penyebab Heatwave

Abstrak

            Fenomena yang tengah melanda beberapa negara di wilayah Eropa, Amerika, dan Asia Tengah adalah fenomena gelombang panas atau yang biasa disebut dengan heatwave, kejadian ini dapat meluas seiring aktivitas pencemaran terus dilakukan oleh manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui bagaimana fenomena heatwave ini terjadi dan seperti apa pencegahan meluasnya fenomena ini bisa diusahakan oleh manusia sebagai penyebab utama. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data riset pustaka dalam bentuk tulisan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa fenomena heatwave ini disebabkan oleh beberapa hal yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Misalnya pencemaran, proses industrialisasi, dan aktivitas lainnya yang menyebabkan produksi gas CO2 meningkat. Fenomena ini sendiri tidak dapat dihilangkan, namun dapat diminimalisir dengan cara mengurangi aktivitas yang menyebabkan produksi CO2 meningkat, misalnya mengurangi berkendara pribadi dan memilih kendaraan umum, memakai AC hanya ketika perlu, dan melakukan penghijauan kepada lingkungan agar produksi O2 meningkat.

Kata Kunci : Heatwave, pencemaran, C02, perubahan iklim

 

Pendahuluan

Menurut WMO (World Meteorological Organization) Gelombang Panas atau dikenal dengan "Heatwave" merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama lima hari atau lebih secara berturut-turut, dimana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5°C (9°F) atau lebih. Fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa, Amerika, dan Asia Tengah. 

Pemanasan global atau adanya gelombang panas ini diyakini disebabkan oleh berbagai macam aktivitas manusia, seperti proses industrialisasi dan transportasi yang menggunakan bahan bakar fosil. Penyebab lainnya ialah adanya perubahan pola cuaca pada sistem atmosfer. Upaya tersebut telah menyadarkan banyak orang, bahwa saat ini telah terjadi peningkatan suhu udara bumi akibat pemasan global yang telah terjadi pada bumi yang kita huni. Hasil pembakaran bahan bakar fosil yang menghasilkan antara lain gas C02 dalam skala global berjumlah miliaran ton setiap tahun ditangkap oleh atmosfer Bumi. Akibatnya, sinar matahari yang tiba ke permukaan bumi tidak Ieluasa dipancarkan kembali ke ruang angkasa. Panas tersebut terperangkap dekat permukaan bumi. Tulisan ini akan memaparkan penyebab, dampak, cara mengatasi, dan hal lain yang bersangkutan dengan gelombang panas.

 

Metode Penelitian

Jenis penulisan yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan metode tersebut, penulis akan memberikan gambaran secara keseluruhan mengenai sebuah masalah yang sedang berkembang menggunakan metode pengumpulan data riset kepustakaan atau library research yang dilakukan dengan cara membaca serta menelaah berbagai macam literatur yang memiliki hubungan dengan masalah yang diajukan. Bahan-bahan tersebut menjadi bahan pelengkap yang berguna supaya penulisan karya ilmiah menjadi lebih objektif dengan penjelasan yang mendalam. Hasil data yang diperoleh menggunakan metode tersebut dapat memberikan gambaran hubungan yang terdapat pada fenomena yang diselidiki secara sistematis dengan menyatakan hasil yang bukan berupa angka. Sedangkan kualitatif akan memadukan hasil yang diperoleh dari analisis data dengan analisis secara kualitatif. 

Pembahasan

Gelombang panas atau heatwave tidak terjadi secara kebetulan, melainkan ada beberapa penyebabnya. Beberapa pakar menyebutkan jika gelombang panas atau heatwave disebabkan oleh tindakan manusia. Tindakan tersebut menghasilkan gas karbon (CO2) di udara semakin tebal. Seperti yang kita tahu, manusia kerap kali menggunakan kendaraan bermotor di jalanan yang sebenarnya hal itu dapat menyebabkan polusi udara, karena kendaraan bermotor mengeluarkan asap karbon (CO2) yang buruk. Polusi tersebut merupakan salah satu penyebab terjadinya gelombang panas atau heatwave. Selain itu, kerusakan hutan juga menjadi penyebab terjadinya gelombang panas atau heatwave. Hutan merupakan tempat yang memiliki manfaat besar di dunia, karena hutan dapat menyerap dan mengubah gas karbon (CO2) menjadi oksigen (O2) yang berfungsi untuk semua makhluk hidup. Kerusakan hutan sendiri terkadang disebabkan oleh ulah manusia, seperti penebangan liar, pembakaran hutan, dan eksploitasi hutan secara besar-besaran. Apabila hutan rusak, tentu saja gas karbon (CO2) yang dihasilkan dari asap kendaraan bermotor maupun cerobong-cerobong pabrik tidak dapat diserap dan diubah menjadi oksigen (O2), serta kapasitas gas karbon tersebut semakin tebal dan banyak. Hal itulah yang nantinya memicu terjadinya gelombang panas atau heatwave. Selain polusi udara dan kerusakan hutan, lapisan ozon yang semakin tipis membuat udara terasa lebih panas. Lapizan ozon berfungsi melindungi bumi dari paparan radiasi ultraviolet (UV) matahari yang berbahaya. Apabila lapisan ozon menipis, otomatis suhu di bumi terasa semakin panas yang pada dasarnya hal ini disebabkan karena polusi udara secara berlebih.

Gelombang panas atau heatwave memberikan dampak buruk bagi kehidupan di bumi. Kerusakan-kerusakan dapat terjadi seiring berjalannya waktu jika gelombang panas atau heatwave tersebut tidak segera diatasi. Fenomena perubahan iklim secara drastis yang menimbulkan bencana alam seperti banjir bandang, angin puting beliung, tsunami, gempa bumi, dan sebagainya merupakan dampak yang timbul dari gelombang panas atau heatwave. Selain itu, mencairnya es di kutub karena suhu bumi yang kian memanas sehingga meningkatkan volume air laut. Volume air laut yang meningkat ini dapat menenggelamkan daratan di sekitarnya sehingga mengancam kehidupan manusia. Dampak yang ditimbulkan dari gelombang panas atau heatwaves ini sungguh berbahaya dan tidak main-main. Selain itu, gelombang panas atau heatwave dapat mengancam kesehatan manusia, seperti kerusakan kulit, kelaparan dan kekurangan gizi, hingga menyebabkan kematian.

Gelombang panas atau heatwave tidak dapat hilang sepenuhnya namun masih dapat dikurangi apabila ada usaha yang sungguh-sungguh. Bumi merupakan tempat tinggal manusia dimana segala potensi alamnya harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar nantinya anak-cucu kita dapat menikmatinya. Usaha tersebut dapat dimulai dari manusia itu sendiri. Kesadaran merupakan poin penting untuk perubahan yang kian membaik. Manusia diharapkan dapat sadar dan mencintai lingkungannya karena bumi merupakan satu-satunya tempat dimana manusia dapat hidup. Apabila bumi rusak, maka kehidupan manusia juga rusak. Langkah awal yang dapat dilakukan yaitu dengan membiasakan hidup sehat seperti mengubah kebiasaan berkendara kendaraan bermotor dengan berjalan kaki ketika ke tempat yang dekat. Selain itu, mengurangi penggunaan AC dengan membuat rumah bernuansa alam yang didalamnya banyak ditanami pohon. Menumbuhkan kecintaan alam dan melakukan reboisasi hutan gundul dapat membantu mengurangi gelombang panas atau heatwave. Kepekaan untuk menjaga lingkungan alam harus dimiliki semua manusia demi bumi ini. Agar bumi kita sehat dan gelombang panas atau heatwave dapat dikurangi.

 

 

 

Kesimpulan

Heatwave atau gelombang panas merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama lima hari atau lebih secara berturut-turut, dimana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5°C (9°F) atau lebih. Heatwave atau gelombang panas dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain tindakan manusia yang menghasilkan gas karbon (CO2) di udara, kerusakan hutan, dan lapisan ozon yang semakin menipis. Heatwave dapat memberikan dampak buruk bagi kehidupan di bumi, yaitu dapat mengakibatkan perubahan iklim secara drastis, mencairnya es di kutub sehingga volume air laut semakin meningkat, serta dapat mengancam kesehatan manusia. Fenomena heatwave dapat dikurangi dengan membiasakan hidup sehat, mengurangi penggunaan AC, dan menumbuhkan kecintaan terhadap alam. 

 

Daftar Pustaka

Cahyo, W. E. (2010). Pengaruh pemanasan global terhadap lingkungan bumi. Berita Dirgantara8(2).

Fadliah, M. S. (2008). Pemanasan Global, Faktor Penyebab, Dampak dan Solusi. Jurnal Pelangi Ilmu, 1(1).

Prabawati. (2023). Begini Penjelasan BMKG Terkait Gelombang Panas. Diakses pada 17 mei 2023, dari https://diskominfo.kaltimprov.go.id/cuaca/begini-penjelasan-bmkg-terkait-gelombang-panas

 

Komentar