EKSPLORASI DUNIA DIGITAL : INTERNET SEBAGAI SUMBER INFORMASI DAN INSPIRASI BAGI REMAJA

 

EKSPLORASI DUNIA DIGITAL : INTERNET SEBAGAI SUMBER INFORMASI DAN INSPIRASI BAGI REMAJA

Ahmad Farizal¹, Arsa Safria Zahra², Fairuz Mei Laela Indah Sari3, Inayatul

Maftuchah⁴, Meysha Nurmasari⁵, Ngismatul Khoeriyah⁶, Salma Maulidati7, Verosiana Vira Salsabila8

Universitas Jenderal Soedirman Institusi

 

Abstrak


Saat ini, perkembangan teknologi menjadi semakin pesat yang dapat dihubungkan dengan jaringan internet. Jaringan internet memungkinkan penggunanya untuk saling bertukar kabar dan memberikan sumber informasi serta inspirasi bagi remaja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia terus bertambah, baik dari kalangan anak-anak maupun remaja. Persentase pengguna internet pun terus berkembang dalam menunjang bidang pendidikan.

 

Kata kunci: teknologi, internet, dampak, positif

 

Abstract


Nowadays, the development of technology is becoming increasingly rapid which can be connected to the internet network. The internet network allows users to exchange news and provide a source of information and inspiration for teenagers. This research uses a descriptive method with qualitative techniques. The results showed that internet users in Indonesia continue to grow, both among children and teenagers. The percentage of internet users also continues to grow in supporting the education sector.

 

Keywords: Technology, Internet, Impact, Positive


Pendahuluan

Di era modern seperti saat ini di mana perkembangan teknologi menjadi semakin pesat, banyak masyarakat yang sudah memanfaatkan teknologi dalam kegiatan sehari-hari. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata teknologi mengandung arti metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis, ilmu pengetahuan terapan atau keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Secara etimologi, teknologi berasal dari kata technologia (bahasa Yunani), "techno", yang artinya keahlian dan "logia", artinya pengetahuan.

Menurut Capra teknologi ialah satu diantara pembahasan sistematis atas seni terapan atau pertukangan. Hal ini mengacu pada literatur dari Yunani yang menyinggung mengenai technologia yang berasal dari kata "techne" yang berarti wacana seni. Sedangkan, menurut Manuel Castes teknologi diartikan sebagai suatu kumpulan alat, aturan, dan prosedur yang merupakan penerapan dari sebuah pekerjaan tertentu dalam suatu kondisi yang dapat memungkinkan terjadinya pengulangan. Sehingga secara umum pengertian teknologi adalah penerapan pengetahuan ilmiah untuk tujuan praktis dalam kehidupan manusia atau pada perubahan manipulasi lingkungan manusia.

Internet secara harfiah berasal dari bahasa internasional ”networking” yang berarti dua komputer atau lebih yang saling berhubungan kemudian membentuk jaringan komputer hingga meliputi jutaan komputer di dunia (internasional) yang saling berinteraksi dan juga saling bertukar informasi (Murdiono, 2010). Istilah adolescence atau remaja berasal dari kata Latin (adolescere) (kata bendanya, adolescentia yang berarti remaja) yang berarti “tumbuh” atau “tumbuh menjadi dewasa” (Hurlock, 2001). Istilah adolescence, seperti yang dipergunakan saat ini, mempunyai arti yang lebih luas, mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik.

1. Perkembangan kecerdasan/kognitif remaja

      Perkembangan kognitif remaja ditandai dengan meningkatkan kemampuan mereka dalam berpikir dan bernalar. Ada tiga tahapan yang disesuaikan berdasarkan usianya. "dan akhir masa remaja bermula dari usia 16 atau 17 tahun sampai 18 tahun, yaiut usia matang secara hukum. Dengan demikianakhir masa remaja merupakan periode yang singkat (Hurlock, 2001). Monks (1999) memberikan batasan usia masa remaja adalah masa diantara 12-21 tahun dengan perincian 12-15 tahun masa remaja awal, 15-18 tahun masa remaja pertengahan, dan 18-21 tahun masa remaja akhir. Remaja usia 15 sampai 18 tahunlah yang memiliki kecerdasan emosi yang lebih matang dan kecerdasan paling besar dibbentuk pada usia tersebut (Papalia, 2001). 


2. Perkembangan psikologi remaja

        Psikologi remaja mengalami perkembangan pada aspek emosional maupun sosial. Ia mulai mencari jati dirinya, dan tak jarang untuk memberontak sehingga harus orang tua perhatikan. Remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa yang terjadi pada usia 10-19 tahun. Bukan hanya fisik, pada masa ini terjadi perkembangan psikologi remaja dalam aspek emosional maupun sosial. Saat berasa di periode ini, remaja sangat berenergi, kritis, idealis, dan punya ketertarikan besar terhadap apa yang benar dan salah.

        

Metode Pelaksanaan

Berdasarkan pertimbangan penulis, penelitian akan mendapatkan hasil yang konkret apabila menggunakan teknik kualitatif. Dengan penerapan teknik tersebut, peneliti dapat menemukan dan mengembangkan permasalahan yang ada dengan lebih terperinci. Adapun penelitian akan dilakukan menggunakan metode deskriptif mengingat sumber analisis berasal dari sumber-sumber literatur dari peneliti-peneliti sebelumnya.

    Hasil dan Pembahasan

1.      Data Penggunaan Internet pada Remaja

  Berdasarkan studi yang didanai oleh UNICEF dan dilaksanakan oleh Kementerian Kominfo dengan menelusur aktivitas online dari sampel anak dan remaja usia 10-19 (sebanyak 400 responden) yang tersebar di seluruh negeri dan mewakili wilayah perkotaan dan perdesaan.

    Data tersebut menunjukkan bahwa sekitar 30 juta anak-anak dan remaja di Indonesia adalah pengguna internet, dengan media digital menjadi saluran komunikasi utama yang mereka gunakan. Terdapat kesenjangan digital yang signifikan antara daerah perkotaan yang lebih sejahtera dengan daerah perdesaan yang kurang sejahtera. Hampir semua responden di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jakarta, dan Banten merupakan pengguna internet, sementara di Maluku Utara dan Papua Barat hanya sebagian kecil dari responden yang telah menggunakan internet.

        Studi ini juga mengungkapkan bahwa sebagian besar responden telah menggunakan media online selama lebih dari satu tahun, dan hampir setengah dari mereka pertama kali belajar tentang internet dari teman-teman mereka. Mayoritas responden menggunakan komputer (69 persen) atau laptop (34 persen) untuk mengakses internet. Hanya sebagian kecil yang terhubung melalui video game (2 persen). Penggunaan ponsel untuk mengakses internet juga cukup tinggi, dengan lebih dari setengah responden (52 persen) menggunakan ponsel. Namun, penggunaan smartphone (21 persen) dan tablet (4 persen) masih relatif rendah.

        Studi ini memiliki keunikan dalam mengumpulkan data tentang anak-anak dan remaja yang belum pernah menggunakan internet sebelumnya. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menginformasikan kebijakan di masa depan yang bertujuan untuk melindungi hak-hak anak dalam mengakses informasi, sambil tetap memastikan bahwa mereka dapat berbagi informasi dan mengekspresikan pandangan atau ide-ide mereka secara aman.

2.      Dampak Positif Penggunaan Internet

    Dampak Positif dari penggunaan internet salah satunya adalah memudahkan mendapatkan Informasi yang bermanfaat bagi peserta didik. Salah satu hal yang paling menyenangkan dengan adanya internet adalah tersebarnya banyak informasi hanya dengan dalam genggaman hp maupun laptop. Berbeda jaman dahulu yang harus ke perpustakaan untuk mendapatkan banyak informasi. Akses mudah ke berbagai informasi dan pengetahuan melalui internet memungkinkan mereka untuk belajar dan mengembangkan minat mereka dalam berbagai bidang. Dengan hanya beberapa klik, mereka dapat menjelajahi topik yang mereka minati, mencari bahan bacaan, atau menonton video edukatif. Hal ini membuka peluang baru bagi anak-anak dan remaja untuk mendapatkan pengetahuan yang mungkin sulit diakses sebelumnya (Wulandari, D., 2022).

        Internet juga menjadi sumber inspirasi yang kaya bagi anak-anak dan remaja. Melalui platform media sosial, mereka dapat terhubung dengan orang-orang yang memiliki minat dan bakat serupa di seluruh dunia. Ini memberi mereka kesempatan untuk belajar dari pengalaman orang lain, mendapatkan ide-ide baru, dan terinspirasi untuk mengejar impian dan ambisi mereka sendiri. Konten-konten kreatif seperti seni, musik, tulisan, dan fotografi yang dibagikan secara online juga dapat memotivasi mereka untuk mengeksplorasi bakat mereka sendiri dan mengembangkan keterampilan kreatif. Selain itu, internet juga memainkan peran penting dalam memperluas wawasan sosial dan budaya anak-anak dan remaja. Melalui interaksi online dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda, mereka dapat memahami dan menghargai keragaman, serta memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang masyarakat global. Ini dapat membantu membangun sikap toleransi, empati, dan pengertian yang lebih baik pada mereka.

      Lebih lanjut, internet juga memberikan platform bagi anak-anak dan remaja untuk menyuarakan pendapat, ide, dan aspirasi mereka. Mereka dapat berpartisipasi dalam forum online, mengunggah konten mereka sendiri, dan berkontribusi pada diskusi publik. Ini mendorong pemberdayaan dan memberikan suara kepada generasi muda, sehingga mereka dapat berperan aktif dalam perubahan sosial dan menciptakan dampak positif dalam masyarakat.

    Namun, penting juga untuk mencatat bahwa penggunaan internet oleh anak-anak dan remaja harus diawasi dan dibimbing dengan bijaksana. Perlindungan terhadap konten yang tidak sesuai usia dan praktik yang aman dalam berkomunikasi online harus ditekankan untuk memastikan pengalaman yang positif dan sehat dalam menggunakan internet sebagai sumber informasi dan inspirasi.


Kesimpulan dan saran

Berdasarkan analisis penulis terhadap data-data yang berkaitan dengan Eksplorasi Dunia Digital: Internet Sebagai Sumber Informasi dan Inspirasi Bagi Remaja, telah ditemukan fakta- fakta sebagai berikut: 1) Seiring berjalan nya waktu, pengguna internet dari kalangan remaja dan anak-anak di Indonesia terus bertambah; 2) Persentase penggunaan internet guna menunjang pendidikan dapat terus berkembang seiring berkembang nya angka penyimpangan penggunaan internet. Hal tersebut menunjukkan bahwa di era digital ini, internet tidak hanya hadir sebagai media bertukar informasi saja, melainkan turut berkontribusi dalam memberikan sumber informasi dan inspirasi bagi remaja.


Daftar rujukan

Hurlock, Elizabeth B. (2001). Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta : Erlangga.

Monks, F.J.,Knoers&Haditono. 1999. Psikologi Perkembangan Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Murdiono, M. (Februari 2010). Pelatihan Penggunaan Internet Sebagai Media Penelusuran Sumber Pustaka Bagi Guru-Guru Pendidikan Kewarganegaraan Se-Kota Yogyakarta. Inotek, 14(1).

Papalia, D. E., Old, S. W., Feldman, & R. D. (2001). Perkembangan Manusia. Jakarta: Salemba Humanika.

teknologi. 2016. Pada KBBI Daring. Diambil 01 Jul 2023, dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/internet

Wulandari, D., 2022. Dampak Positif Dan Negatif Penggunaan Internet Bagi Peserta Didik

Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies, 10(2), 149-156.

Komentar