TRANSFORMASI DIGITAL: IMPLIKASI DAN TANTANGAN ERA DIGITALISASI INFORMASI

 

TRANSFORMASI DIGITAL: IMPLIKASI DAN TANTANGAN ERA DIGITALISASI INFORMASI

Mirna Febryanti1), Dhelya Apriliani Putri2)

1)  Universitas Jenderal Soedirman, mirna.febryanti@mhs.unsoed.ac.id

2)  Universitas Jenderal Soedirman, dhelya.putri@mhs.unsoed.ac.id



Abstrak

Digitalisasi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor kehidupan. Artikel ini mengulas manfaat dan tantangan yang terkait dengan digitalisasi informasi. Dalam sektor ekonomi, digitalisasi informasi telah mengubah perilaku berbelanja dan memfasilitasi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui platform online. Namun, peralihan ini juga menghadirkan dampak  negatif seperti penurunan pelanggan pada toko konvensional dan peningkatan kasus penipuan online. Di sektor pendidikan, digitalisasi informasi memungkinkan pembelajaran online yang efektif, terutama selama pandemi Covid-19. Namun, tantangan muncul dalam hal aksesibilitas dan kesenjangan digital di berbagai daerah. Di sektor kesehatan, aplikasi seperti Halodoc telah memudahkan pasien dan dokter dalam konsultasi medis secara digital. Namun, penting juga untuk mempertimbangkan kekhawatiran terkait privasi dan keamanan data medis. Selain manfaat positifnya, digitalisasi informasi juga menyebabkan dampak negatif, termasuk peningkatan kasus cyberbullying dan penurunan moralitas sosial di kalangan remaja. Untuk menghadapi tantangan ini, pendidikan dan kesadaran akan penggunaan teknologi yang bijak sangat penting.  Pemerintah juga perlu meningkatkan infrastruktur digital di seluruh Indonesia, termasuk akses listrik dan internet, untuk mendorong inklusi digital secara merata. Dalam rangka mencapai keberhasilan digitalisasi pendidikan, program pemerintah seperti Palapa Ring telah diluncurkan untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas infrastruktur digital di seluruh negara.

Kata Kunci: era digital, implikasi, dan tantangan.


Abstrac

Digitalization of information has brought significant changes in various sectors of life. This article reviews the benefits and challenges associated with digitizing information. In the economic sector, digitization of information has changed shopping behavior and facilitated the growth of micro, small and medium enterprises (MSMEs) through online platforms. However, this shift also has negative impacts such as a decrease in customers at conventional stores and an increase in online fraud cases. In the education sector, digitization of information has enabled effective online learning, especially during the COVID-19 pandemic. However, challenges arise in terms of accessibility and the digital divide in various regions. In the health sector, applications such as Halodoc have made it easier for patients and doctors to have digital medical consultations. However, it is also important to consider concerns regarding the privacy and security of medical data. In addition to the positive benefits, digitizing information also has negative impacts, including an increase in cyberbullying cases and a decrease in social morality among adolescents. To face this challenge, education and awareness of the wise use of technology is essential. The government also needs to improve digital infrastructure throughout Indonesia, including electricity and internet access, to promote digital inclusion evenly. In order to achieve successful digitization of education, government programs such as the Palapa Ring have been launched to increase the reach and quality of digital infrastructure across the country.

Keywords: digital era, implications and challenges.


Pendahuluan

Perkembangan zaman yang semakin cepat dengan kehadiran teknologi manusia yang semakin canggih, seolah mempermudah kehidupan manusia. Keadaan saat ini disebut sebagai era  digitalisasi. Era digital merupakan suatu zaman yang telah mengalami kondisi perkembangan kemajuan dalam ranah kehidupan ke arah yang serba digital (Dharma, R. 2022). Hampir seluruh aktivitas manusia dalam bidang pendidikan, sosial-budaya, ekonomi maupun politik memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mencari informasi dan membantu dalam memecahkan suatu permasalahan. Pada era digital, manusia memiliki gaya hidup baru yang tidak bisa dilepaskan dari alat-alat elektronik. Teknologi menjadi alat yang dimanfaatkan manusia untuk mempermudah melakukan tugas dan pekerjaan. Teknologi memiliki peran penting yang membawa manusia memasuki era digital.

Era digital telah membawa berbagai perubahan, baik sebagai dampak positif yang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Akan tetapi dalam waktu yang bersamaan era digital memiliki dampak negatif, sehingga dapat menjadi tantangan baru dalam kehidupan manusia di era digital ini. Era digital terlahir dengan kemunculan digital, jaringan internet khususnya teknologi informasi komputer (Setiawan, W. 2017). Media era digital memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan atau internet. Media massa tergantikan oleh media baru yang disebut internet karena terdapat pergeseran budaya dalam penyampaian informasi. Kecanggihan era digital ini memudahkan masyarakat dalam menerima informasi lebih cepat.

Teknologi digital masa kini yang semakin canggih menyebabkan terjadinya perubahan besar dalam tatanan kehidupan masyarakat. Manusia telah dimudahkan dalam melakukan akses terhadap informasi dengan berbagai cara, serta dapat memanfaatkan fasilitas teknologi digital dengan bebas. Namun, terdapat pula tindak kejahatan dalam era digital seperti, game online yang dapat merusak mental generasi muda, pornografi, dan pelanggaran hak cipta yang mudah dilakukan. Semakin canggihnya teknologi digital membuat revolusi besar dalam masyarakat, berbagai kalangan dapat mengakses informasi dengan bebas dan tidak terkendali. Era digital juga membuat privasi orang seolah-olah hilang. Data pribadi yang telah terekam dapat dilacak dengan mudah oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Era digital seakan-akan menjadi konsekuensi, teknologi akan terus bergerak dan semakin canggih. Maka dari itu setiap individu tidak ada pilihan lain selain menguasai dan mengendalikan teknologi dengan baik dan bijak.


Metode

Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analisis dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber yang relevan, seperti literatur ilmiah, studi kasus, dan laporan penelitian terkait. Analisis dilakukan guna mengidentifikasi implikasi positif dan negatif, serta tantangan dari digitalisasi informasi.

 

Hasil dan Pembahasan

Digitalisasi informasi merupakan proses mengubah data dan informasi yang semula tradisional menjadi bentuk digital yang dapat diakses, dikelola, dan disimpan dengan mudah melalui jaringan komunikasi. Transformasi digital telah mempengaruhi berbagai sektor kehidupan, termasuk pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lainnya. Namun, digitalisasi informasi juga memberikan tantangan yang harus dihadapi. Digitalisasi informasi memiliki banyak manfaat  dalam berbagai sektor kehidupan karena lebih mudah dan efisien dari segi waktu dan biaya.

Pertama, pada sektor ekonomi, digitalisasi informasi memiliki pengaruh yang besar. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya aplikasi dan website belanja online seperti Shopee, Bukalapak, Tokopedia, Lazada, hingga Blibli. Platform-platform tersebut dapat dengan mudah didownload dan diakses setelah mendaftar sehingga dapat mempermudah kegiatan belanja. Digitalisasi pada sektor ekonomi juga menyebabkan perubahan perilaku berbelanja yang awalnya konvensional digital. Berbelanja di toko online dianggap lebih mudah dan praktis. Hal tersebut tentunya dapat mendukung sektor UMKM masyarakat agar lebih maju. Kedua, sektor pendidikan. Pada sektor pendidikan tentunya tidak dapat lepas dari digitalisasi. Hal tersebut terlihat jelas pada saat dunia dilanda virus Covid-19, yaitu pada pertengahan 2019. Dimana sistem pembelajaran yang semula dilakukan tatap muka menjadi daring atau online, dengan menggunakan aplikasi seperti Zoom, Classroom, dan Google Meet. Selain itu, dengan adanya kemudahan akses digital, baik siswa maupun pengajar dapat dengan mudah mencari dan menemukan informasi atau materi pembelajaran melalui internet. Ketiga, sektor kesehatan. Salah satu hasil dari digitalisasi pada sektor kesehatan yaitu, adanya aplikasi Halodoc, yang memberikan layanan konsultasi kesehatan secara digital dan memudahkan pasien dan dokter bertemu meskipun tidak secara langsung (Kusnayanti, F. 2023).

Selain memiliki manfaat positif, digitalisasi informasi juga memiliki dampak negatif. Pada sektor ekonomi, peralihan sistem belanja yang awalnya konvensional menjadi online memiliki dampak negatif bagi orang-orang yang memilih untuk bertahan dan tidak mau beradaptasi dengan perubahan. Misalnya, toko pakaian yang ada di pasar tradisional, pada zaman sekarang orang-orang cenderung lebih memilih belanja di toko online. Hal tersebut mengakibatkan toko pakaian konvensional menjadi lebih sepi. Maraknya penipuan juga menjadi salah satu bagian dari implikasi negatif digitalisasi pada sektor ekonomi, terutama dalam hal jual beli. Tidak jarang, ketika membeli barang secara online, barang yang datang berbeda, bahkan tidak pernah datang. Dilansir dari katadata.co.id, jumlah penipuan digital sejak 2016-2020 mencapai 7000 lebih kasus yang dilaporkan. Penipuan online marak terjadi melalui media sosial. Modusnya pun beragam, mulai dari rekayasa sosial, menjual produk di bawah harga pasar hingga membatasi komentar pada unggahan. Cyber bullying juga menjadi salah satu dampak negatif digitalisasi, terutama dalam bersosial media. Penggunaan media sosial yang mudah, membuat setiap orang bebas mengekspresikan dirinya. Namun, disisi lain penggunaan media sosial dapat dilakukan untuk pembullyan. Body Shaming hingga memberikan ujaran kebencian pada korbannya. Dikutip dari timesindonesia.co.id, perkembangan teknologi informasi menjadi salah satu penyebab maraknya cyberbullying. UNICEF merilis data pada tahu 2022, sebanyak dari 2.777 responden anak Indonesia mengaku telah menjadi korban cyberbullying.

Dunia digital tidak hanya memberikan peluang dan manfaat besar bagi kehidupan manusia. Namun juga memberikan tantangan terhadap segala bidang kehidupan. Penggunaan bermacam-macam teknologi memang memudahkan kehidupan manusia, namun dapat membuat manusia menjadi sangat bergantung dengan teknologi yang ada. Dalam bidang sosial budaya, era digital memiliki pengaruh positif dan dampak negatif yang dapat menjadi tantangan. Kemerosotan moral di kalangan masyarakat khususnya remaja menjadi salah satu tantangan sosial budaya yang serius. Dalam bidang pertahanan dan keamanan penggunaan teknologi era digital berperan dalam   membantu keamanan nasional. Tantangan dalam bidang ini yakni, ancaman dari luar yang bersifat maya seperti aktivitas hacker yang dapat merusak sistem situs pertahanan Indonesia (Setiawan, W. 2017). Era digital harus disikapi dengan serius. Pendidikan dapat menjadi media utama untuk memahami, menguasai, dan menggunakan teknologi dengan bijak. Keberhasilan program digitalisasi pendidikan Indonesia sangat bergantung pada kesiapan dari segala aspek, baik lembaga  maupun sumber daya manusianya. Khususnya dalam aspek infrastruktur pendidikan. Perluasan infrastruktur digital menjadi sangat penting, agar semua sekolah dan institusi pendidikan di penjuru kawasan Indonesia dari Sabang sampai Merauke mendapatkan akses listrik dan internet.

    Saat ini pemerintah Indonesia telah menyelenggarakan program Palapa Ring, sebagai fondasi infrastruktur digital yang menghubungkan antar kawasan di Indonesia. Program pemerataan infrastruktur digital ini sangat penting, yang perlu selalu ditingkatkan jangkauan dan kualitasnya pada masa mendatang.

 

Kesimpulan dan Saran

Digitalisasi informasi telah membawa manfaat yang signifikan dalam berbagai sektor kehidupan, seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Kemudahan akses, efisiensi waktu dan biaya, serta peningkatan aksesibilitas informasi telah membantu masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, dampak negatif seperti perubahan perilaku konsumen, peningkatan kasus penipuan online, cyberbullying, dan tantangan sosial budaya juga muncul seiring dengan digitalisasi informasi. Penting bagi masyarakat untuk memahami dan menggunakan teknologi dengan bijak. Pendidikan dan kampanye kesadaran harus ditingkatkan untuk mengajarkan etika digital, privasi, dan keamanan online kepada individu, terutama kepada generasi muda.

Pemerintah harus terus memperluas infrastruktur digital, seperti akses listrik dan internet, di seluruh wilayah Indonesia. Ini akan memastikan bahwa semua sekolah dan institusi pendidikan memiliki akses yang memadai untuk mendukung pembelajaran online dan digitalisasi pendidikan. Selain itu, Perluasan dan peningkatan kualitas program pendidikan digital sangat penting. Melalui kurikulum yang sesuai dan pelatihan bagi pendidik, siswa dapat dibekali dengan keterampilan digital yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh era digital.

 

Daftar Pustaka

Afandi, A., Junanto, T., & Afriani, R. (2016). Implementasi digital-age literacy dalam pendidikan abad 21 di Indonesia. In Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) (Vol. 3, pp. 113-120).

Dharma, R. (2022). Era Digital: Pengertian, Kelebihan dan Dampak dari Adanya Era Digital. Diunduh pada 12 Juli 2023. Di Era Digital: Pengertian, Kelebihan dan Dampak dari Adanya Era Digital - Accurate Online.

Katadata.co.id. (2020). Ribuan Penipuan Online Dilaporkan dalam Lima Tahun Terakhir. Diunduh                                  pada                    13                    Juli                    2023.                    Di https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/09/11/ribuan-penipuan-online- dilaporkan-tiap-tahun


Kusnayanti, F. (2023). Dampak yang Nampak dari Mudahnya Akses Digital di Era Digitalisasi. Diunduh pada 13 Juli 2023. Di https://sohib.indonesiabaik.id/article/pro-kontra- digitalisasi-6EDRI.

Ngongo, V. L., Hidayat, T., & Wiyanto, W. (2019). Pendidikan Di Era Digital. In Prosiding Seminar Nasional Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang.

Setiawan, W. (2017). Era Digital dan Tantangannya. ISBN.978-602-50088-0-1. TimesIndonesia.co.id. (2022). Literasi Digital Penangkal Cyberbullying. Diunduh pada 13 Juli

2023.      Di,      https://timesindonesia.co.id/kopi-times/439915/literasi-digital-penangkal-

cyberbullying.

Komentar