Dita Nur Fadilah, Fandi Akbar, Fauzi
Firmansyah, Kuat Prayuga, Laela Safitri, Muhammad Rizal M., Ririn Agustin,
Syifa Hana Nuraini, Vidya Rahmawati
Universitas Jenderal Soedirman, adveksma.himabisi@gmail.com
Abstrak
Warisan ragam
budaya merupakan suatu hal yang harus dipertahankan, dengan adanya warisan
ragam budaya dapat memajukan perekonomian daerah dan negara. Ragam budaya di
Indonesia antara lain museum bersejarah. Di banyumas terdapat berbagai museum
yaitu museum kereta api, musem wayang, museum BRI, rumah lengger, dan museum
besar jenderal soedirman. Di era digital yang serba canggih dan menarik ini
membawa perubahan bagi tatanan kehidupan dalam Masyarakat. Adanya kemajuan
teknlogi mengurangi minat Masyarakat untuk tertarik dengan budaya lokal karena
sudah menerima efek yang memperlihatkan budaya asing yang terlihat dari akibat
kemajuan teknlogi berupa Gadget. Daerah dengan keberagaman budaya dan kesenian
kini harus menghadapi ancaman kehilangan tempatnya dalam perhatian publik, hal
tersebut semakin terlihat masyarakat mulai melupakan nilai-nilai warisan
terdahulu. Perubahan gaya hidup serta minat pengunjung modern tampaknya telah
mengalihkan perhatian dari wisata bersejarah. Untuk menghadapi ancaman
tersebut, masyarakat yang terkhusus generasi muda dapat mengambil langkah
melestarikan warisan budaya. Salah satu inovasi yang menjanjikan adalah Metaverse.
Metaverse merupakan sebuah dunia baru lintas realitas karena dapat
mempertemukan realitas fisik dan realitas virtual (Msytakidis, 2022).
Pengembangan konsep pusat wisata digital metaverse tourism diperlukan beberapa
tahap pengembangan, meliputi pembuatan konsep ide, pembuatan desain kawasan,
digitalisasi isi objek dan proyeksi/realisasi 3D untuk tempat yang akan
dijadikan sebagai objek wisata digital.
Kata kunci : Budaya,
Inovasi, Teknologi, Metaverse
The economic growth of the
region in the second quarter of 2008 was expected to reach 6.3 percent, he
said. Among the cultural diversity in Indonesia is the historical museum. In
banyumas there are museums the railway museum, the musem puppet, the bri
museum, the lengger house, and the large museum of general soedirman. In this
fascinating, sophisticated digital age brought about changes to the fabric of
life in society. The progress of technical logy has reduced people's interest
in local culture because it has received an effect that suggests foreign
cultures are evident from the progress of technique changing gadget. Areas with
cultural and artistic diversity now face the threat of losing its place in
public attention, it is increasingly evident that people have begun to forget
the values of their previous heritage. Lifestyle changes and the interest of
modern visitors seem to have diverted attention from historic tourism. To meet
these threats, a special generation of youth can take steps to preserve
cultural heritage. One of the most promising innovations is the metaphor. A
metaphor is a new world cross reality because it can bring together physical
and virtual reality (msytakidis, 2022). The concept of a metaphor tourism
digital tourist center requires several stages of development, including the
creation of idea ideas, the design of the region, the digitalization of the
content of the item and the 3d realisation of the place that will be made into
a digital tourist attraction.
Key words: culture, innovation,
technology, metaphor
Pendahuluan
Indonesia merupakan negara
dengan warisan ragam budaya yang banyak menarik perhatian wisatawan lokal
maupun mancanegara. Warisan budaya ini harus dilestarikan dan dijaga bersama
oleh masyarakat Indonesia yang memiliki sifat semangat gotong royong (Pratikno
et al., 2020). Warisan ragam budaya ini dapat memberikan keuntungan yang
melimpah pada sektor pariwisata untuk memajukan perekonomian daerah setempat
dan negara. Salah satu faktor pendukung dari sektor pariwisata yaitu dengan
adanya museum-museum bersejarah. Museum sendiri memiliki arti, yaitu lembaga
yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan
mengkomunikasikan pada masyarakat sesuai dalam Pasal 1 angka 1 Peraturan
Pemerintah nomor 66 tahun 2015 tentang Museum (Prabowo & Supardi, 2022).
Adapun wilayah yang memiliki ragam budaya dan kesenian adalah di Banyumas.
Beberapa museum yang ada di daerah Banyumas antara lain, Museum Kereta Api,
Museum Wayang, Museum BRI, Rumah Lengger, dan Museum Panglima Besar Jenderal
Soedirman.
Museum-museum sejarah yang ada
di daerah Banyumas jarang diminati oleh anak-anak
dan remaja setempat, karena kebanyakan lebih tertarik dengan bermain gadget
serta efek dari internet yang memperlihatkan budaya luar negeri, dan
globalisasi yang semakin memperburuk keadaaan (Hidayat, 2019). Selain itu,
jumlah pengunjung semakin menurun dengan adanya Covid-19 yang muncul pada bulan Maret 2020. Tercatat menurut BPS Kabupaten Banyumas (2022), jumlah kunjungan
wisatawan pada tahun 2019 mencapai 58.592.56. Namun hal itu tidak bertahan
lama, terjangkitnya wabah Covid-19 yang melanda Banyumas mengakibatkan
kunjungan wisatawan pada tahun 2020 menurun drastis hingga 22.707.375. Sehingga
pengunjung museum bersejarah ini sepi peminat dan mengalami kemerosotan
penjualan tiket serta kegiatan yang biasa dilakukan, seperti pameran-pameran
tidak berjalan sesuai dengan biasanya.
Daerah dengan keberagaman budaya
dan kesenian kini harus menghadapi ancaman kehilangan tempatnya dalam perhatian
publik, hal tersebut semakin terlihat masyarakat mulai melupakan nilai-nilai
warisan terdahulu. Perubahan gaya hidup serta minat pengunjung modern tampaknya
telah mengalihkan perhatian dari wisata bersejarah. Penurunan jumlah serta
minat wisatawan juga berdampak pada perekonomian masyarakat terkhusus pendapatan
tour guide yang sangat bergantung pada kunjungan wisatawan. Tidak hanya
keberlangsungan situs bersejarah yang terdampak oleh penurunan minat wisatawan,
tetapi juga mempengaruhi pendapatan tour guide yang mana mereka hanya
bergantung pada jumlah kunjungan wisatawan saja.
Dalam menghadapi ancaman ini,
penting bagi masyarakat terkhusus generasi muda untuk mengambil langkah-langkah
guna melestarikan dan mempromosikan warisan sejarah. Namun, pemeliharan fisik
situs-situs bersejarah tetap harus menjadi prioritas utama. Upaya perawatan dan
restorasi yang tepat akan membantu menjaga kondisi situs agar tetap menarik
bagi wisatawan. Selaras dengan hal tersebut, pendidikan tentang warisan sejarah
juga harus perlu ditingkatkan kembali. Pemanfaatan platform digital dapat
menjadi sarana yang efektif untuk menarik wisatawan dalam meningkatkan
kesadaran tentang keberadaan dan nilai warisan sejarah.
Pada era digital yang terus
berkembang, teknologi terus berinovasi untuk memperluas pengetahuan serta
pengalaman generasi muda saat ini. Salah satu inovasi yang menjanjikan adalah
Metaverse. Metaverse merupakan sebuah dunia baru lintas realitas karena dapat
mempertemukan realitas fisik dan realitas virtual (Msytakidis, 2022). Dalam
peningkatan minat kunjungan wisata sejarah di Banyumas, penggunaan metaverse
berbasis Virtual Reality (VR) dapat menjadi terobosan baru guna keberlanjutan
wisata sejarah. Melalui kolaborasi teknologi canggih dengan warisan sejarah
Banyumas, wisatawan dapat merasakan perjalanan menelusuri destinasi tanpa harus
ke lokasi, meningkatkan daya tarik situs bersejarah, serta tetap dapat
memastikan kelestarian untuk generasi mendatang.
Metode
Kajian
yang telah dilakukan oleh penulis yaitu menggunakan metode deskriptif-analisis
dengan melakukan riset secara langsung dan mengumpulkan data-data dari berbagai
sumber yang relevan. Adapun riset secara langsung, penulis mengunjungi lokasi
wisata cagar budaya Banyumas yaitu ke Rumah Wayang dan Rumah Lengger. Sedangkan
riset dari sumber yang relevan yaitu diambil dari beberapa literatur, studi
kasus, dan laporan penelitian terkait. analisis dilakukan untuk
mengidentifikasi dan menginterprestasikan penelitian yang telah dilakukan.
Hasil dan Pembahasan
Pengembangan konsep pusat wisata digital metaverse tourism diperlukan beberapa tahap pengembangan, meliputi pembuatan konsep ide, pembuatan desain kawasan, digitalisasi isi objek , dan proyeksi/realisasi 3D untuk tempat yang akan dijadikan sebagai objek wisata digital.
Dalam hal ini platform metaverse
tourism akan menggabungkan beberapa objek wisata sejarah yang terdapat di
wilayah Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Beberapa objek wisata yang
akan direalisasikan diantaranya, Museum BRI, Museum Kereta Api, Museum Jenderal
Soedirman, Museum Wayang, dan Rumah Lengger. Beberapa objek wisata tersebut
merupakan tempat yang bersejarah dalam perkembangan sejarah maupun sosial
budaya di wilayah Kabupaten Banyumas. Pemusatan beberapa objek tersebut yang
kemudian akan direalisasikan dalam suatu pusat wisata digital metaverse tourism
berbasis virtual reality yang dapat diakses melalui platform digital dimanapun
dengan menggunakan perangkat virtual reality. Proses digitalisasi objek
tersebut dapat menarik minat pengunjung pada objek wisata sejarah dan sosial
budaya. Platform metaverse tourism akan dilengkapi dengan fitur tour guide,
yang mana tour guide yang ada juga berbasis pada teknologi virtual reality.
Fitur tour guide tersebut dapat diakses dengan fitur berbayar. Adanya fitur
tour guide yang berbayar ini dapat membuka peluang terciptanya lapangan
pekerjaan dan meningkatkan pendapatan bagi para tour guide. Dalam merealisasikan
desain tersebut diperlukan tahap lanjutan berupa pembuatan desain kawasan
metaverse tourism. Pembuatan desain Kawasan diperlukan untuk digunakan sebagai
acuan dalam realisasi 3D desain. Sebelum dilakukan realisasi dalam bentuk 3D
desain, diperlukan desain 2D yang menggambarkan berupa garis kontur objek.
Pembuatan desain dilakukan dengan representasi dalam bentuk visual dari ke-5
objek wisata sejarah dan sosial budaya. Pembuatan desain akan menghasilkan
suatu objek berupa desain animasi yang dapat merepresentasikan kondisi
lingkungan ke-5 objek wisata sejarah dan sosial budaya yang nantinya akan
disuguhkan kepada wisatawan. Representasi yang didesain semirip mungkin dengan
kondisi real lingkungan objek, sehingga dapat menarik minat wisatawan untuk
berkunjung secara virtual. Untuk memberikan kesan nyata, dalam pendesainan akan
disempurnakan menggunakan software rendering, serta pemrograman khusus yang
disesuaikan pada kacamata virtual reality yang nantinya akan digunakan. Proses
pendigitalisasian ini tidak hanya dilakukan pada bangunannya, melainkan juga
pada barang barang koleksi yang ada pada museum tersebut. Oleh karena itu,
dalam perealisasian 3D desain diperlukan proses pendigitalisasian isi/koleksi
museum. Pendigitalisasian koleksi museum dilakukan secara 2D maupun 3D
menggunakan metode fotogrametri. Metode fotogrametri nantinya dapat memberikan
informasi suatu objek dalam bentuk 2D maupun 3D. Hasil dari informasi tersebut
nantinya diproses untuk menghasilkan objek visual digital 3D yang hampir sama persis
dengan aslinya. Setelah semua informasi koleksi museum diterima, maka proses
dapat dilanjutkan dengan pemroyeksian pada desain 3D.
Implementasi gagasan inovasi
teknologi digital metaverse berbasis virtual reality untuk menunjang
keberlanjutan wisata sejarah di Banyumas harus melibatkan berbagai pihak,
antara lain;
1. Pemerintah Daerah Banyumas
Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam merancang kebijakan serta
regulasi yang mendukung pengembangan metaverse dan virtual reality untuk
pariwisata. Mereka juga bisa memberikan dukungan berupa finansial, fasilitas,
dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk pengembangan teknologi ini.
2. Pemerintah Pusat Pemerintah
pusat juga terlibat untuk memberikan arahan strategis, dana, dan dukungan
nasional yang lebih luas untuk pengembangan teknologi digital dan virtual
reality di sektor pariwisata.
3. Komunitas Pariwisata Banyumas
Melibatkan komunitas pariwisata setempat sangat penting karena mereka memiliki
pemahaman tertentu terkait potensi pariwisata di Banyumas dan mampu
mengidentifikasi kebutuhan sektor wisata dalam mengadopsi teknologi baru.
4. Institusi Pendidikan dan
Riset Perguruan tinggi dan lembaga riset lokal dapat menjadi mitra strategis
untuk pengembangan teknologi ini. Mereka dapat membantu dalam penelitian,
pengembangan, dan pelatihan tenaga kerja terkait metaverse dan VR.
5. Masyarakat Banyumas
Melibatkan masyarakat setempat akan membantu dalam memastikan kesesuaian
program dengan budaya dan nilai-nilai lokal. Selain itu generasi muda saat ini
juga dapat menjadi ajang mempromosikan inovasi teknologi ini. Adapun analisis
SWOT yang berfungsi untuk pertimbangan pengembangan inovasi teknologi digital
metaverse berbasis Virtual Reality (VR) guna menunjang keberlangsungan wisata
sejarah Banyumas
Kesimpulan dan saran
Wisata museum sejarah dan sosial budaya
dengan konsep pusat wisata digital metaverse tourism dapat digunakan
menjadi solusi terhadap penurunan jumlah pengunjung dikarenakan pandemi
covid-19 dan pasca covid-18. Pasca covid-19 beberapa sektor mulai merambah pada
digitalisasi. Digitalisasi membuat segala sesuatu menjadi lebih praktis untuk
dilakukan. Konsep pusat wisata digital metaverse tourism diharapkan
dapat menarik minat wisatawan dalam mengunjungi objek wisata sejarah dan sosial
budaya berupa museum. Adanya konsep dan teknologi ini diharapkan dapat
berdampak pada bidang pariwisata dan perekonomian. Konsep ini dapat membatu
meningkatkan pendapatan para tour guide yang mengalami penurunan karena
kondisi pandemi covid19.
Karena dalam konsep platform ini nantinya
akan dilengkapi fitur tour guide yang mana pengunjung perlu melakukan
transakasi pembayaran terlebih dahulu. Dalam merealisasikan konsep ini
diperlukan dukungan oleh beberapa pihak, diantaranya Pemerintah Daerah
Kabupaten Banyumas, Pemerintah Pusat, komunitas pariwisata. Persaingan pasar dengan destinasi wisata
lain yang menggunakan teknologi serupa untuk menarik perhatian wisatawan. Dapat
memicu ketergantungan pada kecanggihan teknologi. banyumas, institusi
pendidikan dan riset, serta masyarakat. Komponen-komponen tersebut harus saling
bersinergi satu sama lain agar konsep ini dapat terealisasikan.
Saran
Metaverse saat ini masih belum menjadi
komoditi utama teknologi karena masih dalam tahap awal perkembangan, namun
diprediksi akan menjadi utama dimasa depan. Pelestarian benda cagar budaya
dengan konsep pusat wisata digital metaverse tourism diharapkan dapat menjadi salah satu cara
untuk menjaga dan melestarikan budaya di Banyumas. Dengan konsep digital
metaverse tourism kita harus
tau tentang dampak dari konsep tersebut baik dalam segi positif maupun
negative. saat melakukan penelitian tersebut lebih baik juga melakukan simulasi
dengan konsep tersebut. Untuk mewujudkan konsep konsep pusat wisata
digital metaverse tourism dibutuhkan
dukungan dari berbagai pihak, baik berupa dukungan kebijakan, keterjangkauan
teknologi dan jaringan, bahkan hingga dukungan pendanaan.
Daftar rujukan
Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas. (2022). Banyaknya Pengunjung Daya Tarik
Wisata dan Event Menurut Kabupaten/Kota
di Jawa Tengah, 2020 – 2021.
BPS Provinsi Jawa
Tengah.
Diakses pada 24 Juli 2023.
Hidayat, M. I. (2019). Desain interior museum
kebudayaan dan kesenian Banyumas
dengan konsep kontemporer
di Purwokerto.
Mystakidis, S. (2022). Metaverse, Encyclopedia, Vol.
2, hlm. 486-497.
Prabowo, M. R., & Supardi, S. (2022). Pemanfaatan Museum dan Situs Cagar Budaya di
Pontianak Sebagai Sumber
Belajar Sejarah Indonesia. Criksetra: Jurnal Pendidikan
Sejarah, 11(1), 1-14.
Pratikno, H., Rahmat, H. K., & Sumantri, S. H. (2020). Implementasi Cultural Resource Management dalam Mitigasi Bencana
pada Cagar
Budaya di Indonesia.
NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
Sosial, 7(2),
427-43
Komentar
Posting Komentar