PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PADA MAHASISWA MELALUI SOFT SKILLS DALAM UPAYA MENGHADAPI TANTANGAN DI DUNIA KERJA

 PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PADA MAHASISWA MELALUI SOFT SKILLS DALAM UPAYA MENGHADAPI TANTANGAN DI DUNIA KERJA


Dewi Riyani1, Dea Widyanuari2, Erik Septianto3, Arin Rindu Devrinov Vitran4, Elin Adinda5, Vathana Rizka6, Lisa Alfiyah7, Ahmad Sihabudin8, Desti Purwaningsih9, Genta Zeus Setyawan10, Sri Nastiti11

Universitas Jenderal Soedirman, dkf.kabinetashakarya2223@gmail.com


Abstrak

Di era globalisasi ini, pendidikan tinggi bukan hanya sekadar pemahaman akademis, namun dibutuhkan juga keterampilan. Mayoritas perguruan tinggi telah memahami pentingnya membekali mahasiswa dengan keterampilan tambahan, seperti keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kesadaran para mahasiswa akan pentingnya mengembangkan soft skills untuk masa depan mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research atau penelitian kepustakaan. Pendekatan ini memanfaatkan literatur untuk mengumpulkan informasi dan analisis mengenai pengembangan keterampilan pada mahasiswa melalui soft skills dalam upaya menghadapi tantangan di dunia kerja. Sumber data dalam penelitian ini adalah literatur ilmiah yang terdapat pada buku dan jurnal akademis. Pengembangan keterampilan soft skills merupakan komponen penting dalam diri mahasiswa untuk membantu mereka menjadi individu yang siap menghadapi tantangan di dunia kerja dan memberikan kontribusi positif di masa depan.

Kata kunci : keterampilan, soft skills, dunia kerja

Abstract

In this era of globalization, higher education is not just academic understanding, it also requires skills. The majority of universities have understood the importance of equipping students with additional skills, such as communication, leadership and interpersonal skills. This research aims to provide students with awareness of the importance of developing soft skills for their future. The method used in this research is library research. This approach utilizes literature to collect information and analysis regarding the development of skills in students through soft skills in an effort to face challenges in the world of work. The data source in this research is scientific literature found in books and academic journals. Developing soft skills is an important component for students to help them become individuals who are ready to face challenges in the world of work and make positive contributions in the future.

Keywords : skills, soft skills, world of work

Pendahuluan

Pada dasarnya, soft skills merupakan kompetensi yang berhubungan erat dengan karakter, kemampuan interpersonal, sikap, dan nilai hidup mahasiswa. Soft skills menjadi bagian penting dari kompetensi seseorang untuk dapat “berhasil” dalam hidupnya. Illah (2008) memberikan ilustrasi, lulusan perguruan tinggi yang soft skills nya kurang diantaranya ditandai dengan perilaku tidak tangguh, cepat bosan, bertabiat seperti kutu loncat, tidak dapat bekerja sama, kurang jujur, tidak memiliki integritas, dan bahkan tidak memiliki rasa humor. Tentu saja sarjana dengan perilaku seperti itu, peluang keberhasilannya di pasar kerja terbatas. Lulusan perguruan tinggi tidak sedikit yang soft skill nya terbatas, sehingga seringkali dikeluhkan. Bahkan, kata Illah, mereka sering dianggap sarjana yang “payah”. Salah satu penyebab rendahnya soft skills lulusan diantaranya karena di perguruan tinggi proses pembelajarannya belum memberikan perhatian yang serius pada soft skills dibandingkan dengan pembelajaran hard skills

Menurut Purwandari (2007) komponen soft skills meliputi :

  1. Etos kerja, yaitu dapat mengikuti instruksi yang diberikan sasaran atasan atau supervisor.

  2. Sopan santun, yaitu kebiasaan mengucapkan “silakan, terimakasih, maaf, bolehkah saya membantu Anda dalam  menghubungi customer, supervisor, dan kolega?”.

  3. Kerjasama, yaitu kemampuan untuk berbagi tanggung jawab, saling memberi dengan orang lain, komitmen pada rasa hormat, saling membantu untuk mengerjakan tugas, dan mencari bantuan jika diperlukan.

  4. Disiplin dan percaya diri, yaitu kemampuan mengatur tugas-tugas untuk performance yang lebih baik, belajar dari pengalaman, bertanya dan mengoreksi kesalahan, mampu menyerap kritik dan petunjuk tanpa perasaan bersalah, marah, dan benci atau merasa terhina.

  5. Penyesuaian diri terhadap norma-norma, yaitu kemampuan untuk mengatur cara berbusana, rapi, bahasa tubuh, nada bicara, dan pemilihan kata sesuai dengan bagian budaya kerja. 

  6. Kecakapan berbahasa, yaitu kemampuan bertutur kata, membaca, dan menulis standar biasa.

Berdasarkan definisi di atas diperoleh tiga poin penting, pertama, bahwa pada dasarnya soft skills merupakan kemampuan yang sudah melekat pada diri seseorang yang dapat dikembangkan secara maksimal dan sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Dengan kata lain, soft skills merupakan hal yang sangat penting dan utama  dimiliki oleh seseorang untuk dapat mengerjakan pekerjaan yang dibebankan kepadanya secara maksimal. Kedua, soft skills dibedakan menjadi dua macam, yaitu: soft skills yang terkait dengan interpersonal (keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain) dan soft skills yang terkait dengan intrapersonal (keterampilan seseorang dalam mengolah dirinya). Ketiga, bahwa soft skills merupakan komplemen dari hard skills. Jika hard skills berkaitan dengan IQ, otak kiri, dan kemampuan teknis dan akademis seseorang yang diperlukan dalam dunia kerja; maka soft skills berkaitan dengan EQ, otak kanan serta kemampuan non-teknis dan non-akademis seseorang yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Soft skills yang terdiri dari karakter, sikap dan nilai hidup, keterampilan personal, dan interpersonal merupakan faktor penting dalam semua aspek kehidupan, terutama di dalam dunia kerja. Seorang karyawan tidak hanya dituntut untuk menguasai kompetensi teknis, seperti bagaimana menerapkan konsep yang telah dipelajari di dalam inti keilmuannya, namun juga dituntut untuk memiliki karakter yang kuat, sikap hidup yang mantap, keterampilan untuk berhubungan dengan orang lain, serta keterampilan personal lain. Karyawan ini dinilai lebih memiliki kesiapan dan kualitas kerja yang tinggi. Salah satu studi yang dilakukan oleh Mitsubishi Research Institute (2000) menyebutkan bahwa kesuksesan lulusan ternyata tidak ditentukan oleh kemampuan teknis dan akademis lulusan tersebut, namun 40% disumbang oleh kematangan emosi dan sosial, 30% oleh proses networking yang dijalin, 20% oleh kemampuan akademis, dan 10% oleh kemampuan finansial yang dimilikinya

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menyadarkan para mahasiswa dan/atau pemerintah khususnya dalam bidang pendidikan bahwasannya pembelajaran mengenai pengembangan soft skills tidak kalah penting demi masa depan. Dari data-data atau informasi diatas sudah terlihat jelas bahwa pentingnya soft skills pada setiap mahasiswa untuk memilikinya. Dalam hal ini, diharapkan perguruan tinggi mengajarkan materi mengenai pengembangan soft skills, misalnya dengan menambahkan suatu cara dalam pembelajaran agar terdapat proses dalam mengembangkan soft skills dari mahasiswanya, sayangnya tidak semua perguruan tinggi memahami akan pentingnya hal ini. Tujuan khusus dalam penelitian ini adalah memberikan informasi mengenai soft skills dan juga metode atau cara dalam mengembangkan soft skills bagi masing-masing individu.

Studi mengenai penguasaan soft skills sama pentingnya dengan penguasaan hard skills. Sudah banyak yang mengatakan bahwa hal tersebut penting, tetapi masih belum ada yang menjelaskan dengan pasti soft skills apa saja yang harus dikembangkan. Shuayto (2012) mengatakan bahwasannya mahasiswa yang telah lulus dari perguruan tinggi biasanya kurang memiliki kemampuan mentransferkan ilmu yang mereka miliki kepada orang lain, beliau mengatakan bahwasannya hal tersebut terjadi karena mereka kurang memiliki atau bahkan tidak memiliki soft skills yang baik yang diharapkan oleh perusahaan, dimana sangat penting bagi mereka agar dapat beradaptasi di lingkungan kerja yang baru. Hard skills memanglah penting untuk dimiliki setiap orang agar dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan baik. Selain hard skills, soft skills juga merupakan hal yang sama pentingnya dimiliki oleh setiap orang. Maka dari itu, sangat penting untuk memperjelas apa saja soft skills yang sebaiknya dikembangkan oleh para mahasiswa untuk masa depannya dalam dunia kerja.


Metode

Penelitian ini menggunakan metode library research atau penelitian kepustakaan. Pendekatan ini akan memanfaatkan literatur-literatur terkait untuk mengumpulkan informasi dan analisis mengenai pengembangan keterampilan pada mahasiswa melalui soft skills dalam upaya menghadapi tantangan di dunia kerja. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah literatur ilmiah yang terdapat dalam berbagai sumber seperti jurnal akademis, buku teks, artikel ilmiah, dan publikasi resmi. Literatur yang digunakan akan mencakup penelitian empiris, teori-teori terkait, dan temuan terbaru yang berkaitan dengan soft skills, serta dampaknya pada masa depan mahasiswa. Selanjutnya, peneliti menganalisis data-data kepustakaan yang berkaitan dengan fokus penelitian yakni mengenai pengembangan keterampilan pada mahasiswa melalui soft skills dalam upaya menghadapi tantangan di dunia kerja.


Hasil dan Pembahasan

Perubahan sosial yang sangat cepat dan dramatis di masa global mensyaratkan perubahan pada sistem pendidikan. Keadaan ini tidak hanya dialami oleh pendidikan di Indonesia, namun juga dialami oleh sebagian besar pendidikan baik di Eropa, Amerika, Asia, maupun Afrika. Hampir setiap negara di berbagai benua meyakini bahwa sekolah tidak hanya cukup mengajarkan pengetahuan atau hard skills saja namun juga perlu mengembangkan karakter siswa didiknya melalui pengembangan soft skills. Pada beberapa negara, pengembangan soft skills di institusi pendidikan dimulai dari penetapan kurikulum karakter yang bersifat nasional. Soft skills tidak dapat dikembangkan melalui kurikulum tertulis dan formal, namun secara terstruktur dilakukan melalui hidden curriculum, aktivitas ekstrakurikuler, dan atmosfer akademik yang dikembangkan. 


 

                                Gambar 1: Kualitas Lulusan Perguruan Tinggi yang diharapkan di Dunia Kerja


Dari gambar diatas, diperoleh 5 (lima) variabel terpenting dari “Kualitas Lulusan Perguruan Tinggi yang diharapkan Dunia Kerja‟, diduduki oleh; kemampuan berkomunikasi, kejujuran atau integritas, kemampuan bekerja sama, kemampuan interpersonal, dan etos kerja yang baik yang merupakan soft skills. Hasil survei NACE ini, cukup valid untuk digunakan sebagai referensi oleh lulusan perguruan tinggi yang ingin berkarir di perusahaan-perusahaan swasta, baik yang berskala regional maupun internasional, dimana variabel terpenting yang dapat menjamin kesuksesan mereka dalam berkarir adalah soft skills yang mereka miliki. Kemahiran soft skills yang baik mampu menjadi faktor penentu kualitas kehidupan masa depan. Soft skills yang dimiliki bisa menunjang kehidupan yang lebih baik bagi mahasiswa dalam mengoptimalkan kehidupan mereka. Setiap soft skills memiliki manfaat dan essensinya masing-masing pada kehidupan manusia. Secara umum, kemahiran soft skills yang telah dimiliki akan memberikan dukungan bagi mereka untuk menunjang pencapaian baik dalam nilai akademik maupun non-akademik. Salah satu caranya yaitu berinteraksi  dengan lingkungan sekitar seperti kepada dosen, rekan-rekan mahasiswa, dan juga para staf kampus. Jika sudah dapat berbaur dengan baik, keterampilan ini membantu mereka akan penyesuaian diri, terbiasa menerima tantangan, dan setelah itu mereka dapat mengembangkan kemampuannya untuk dapat bekerja sama dengan tim lebih baik. 


Kesimpulan dan Saran

Soft skills sangat penting untuk dimiliki oleh setiap orang ketika menavigasi dunia kerja. Salah satu alasan mengapa para lulusan sulit mendapatkan pekerjaan yang menyebabkan tingginya angka pengangguran terdidik saat ini adalah kurangnya kemahiran mereka dalam soft skills. Menurut temuan penelitian, kesuksesan lulusan tidak semata-mata didasarkan pada kemampuan teknis dan akademis mereka, namun juga kematangan emosional dan sosial yang menyumbang 40% dari total keseluruhan dan proses 30%. Soft skills adalah keterampilan hidup dan kemampuan yang dapat digunakan untuk diri sendiri, kelompok, masyarakat, dan hubungan dengan Sang Pencipta. Pengembangan sifat-sifat karakter mendasar seperti dorongan, moralitas, sikap, harga diri, dan nilai-nilai dikenal sebagai soft skills. Mahasiswa yang ingin meningkatkan soft skills mereka harus terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti pelatihan, seminar, lokakarya, dan organisasi kemahasiswaan. Perguruan tinggi juga harus memasukkan lebih banyak program yang membantu mahasiswa mengembangkan soft skills mereka. Soft skill adalah aspek internal dan eksternal dari diri sendiri. Jadi, penerapan kurikulum maupun metode pembelajaran yang berbasis soft skills merupakan suatu keharusan untuk diterapkan di Perguruan Tinggi.



Daftar Pustaka

Mukmin, A. H. 2018. Pentingnya Pengembangan Soft Skills Mahasiswa di Perguruan Tinggi. Forum Ilmiah, 15(2), 330-338.

Priansa, D., & Juni, Q. W. P. Pengembangan Soft Skills dalam Proses Pembelajaran di Perguruan Tinggi. 2008. Direktorat Akademik DIrektorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. 

Fitriana, D. F., Yusuf, A., Ningrum, D. C., & Marsanti, A. P. 2024. Urgensi Peningkatan Soft Skill pada Mahasiswa dalam Upaya Mempersiapkan Masa Depan. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia, 1(1), 145-155.










Komentar