STRATEGI PENINGKATAN MINAT BERWIRAUSAHA DI KALANGAN MAHASISWA DAN REMAJA: SOLUSI MENGATASI PENGANGGURAN DI INDONESIA

STRATEGI PENINGKATAN MINAT BERWIRAUSAHA DI KALANGAN MAHASISWA DAN REMAJA: SOLUSI MENGATASI PENGANGGURAN DI INDONESIA

Nella Septiyani1, Lailatul Hasanah2, Meyliana Zaharani3, Latifah Addiniyah4, Silvia Nurvita Dewi5, Safrida Heraning Tyas6

Universitas Jenderal Soedirman,keuangandanbisnis2024@gmail.com 

Abstrak

Pengangguran tetap menjadi masalah serius di Indonesia, diperparah oleh pertumbuhan penduduk dan kurangnya kesempatan kerja yang memadai. Untuk mengatasi hal ini, membangun kewirausahaan di kalangan pemuda, terutama melalui inisiatif pendidikan, sangat penting. Kewirausahaan tidak hanya merangsang ekonomi, tetapi juga menciptakan peluang kerja baru yang sesuai dengan keahlian individu. Berbagai studi menekankan peran motivasi, efikasi diri, harapan pendapatan, dan dukungan keluarga dalam membentuk minat berwirausaha di kalangan pelajar dan remaja. Mengintegrasikan kewirausahaan ke dalam kurikulum pendidikan tinggi dan mempromosikan kegiatan kewirausahaan melalui program seperti Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) adalah strategi penting. Selain itu, inisiatif seperti workshop kewirausahaan dan usaha bisnis online memberdayakan mahasiswa untuk memperoleh keterampilan dan pengalaman berwirausaha. Upaya-upaya ini, didukung oleh kebijakan pemerintah dan infrastruktur, sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mengatasi tantangan pengangguran.

Kata Kunci: kewirausahaan, strategi, mahasiswa, remaja, ekonomi

Abstract

Unemployment remains a pressing issue in Indonesia, exacerbated by population growth and insufficient job opportunities. To combat this, fostering entrepreneurship among the youth, particularly through educational initiatives, is crucial. Entrepreneurship not only stimulates the economy, but also creates new job opportunities aligned with individuals’ skills. Various studies emphasize the role of motivation, self-efficacy, income expectations, and family support in shaping entrepreneurial interest among students and adolescents. Integrating entrepreneurship into higher education curricula and promoting entrepreneurial activities through programs like the Student Entrepreneurship Creativity Program (PKM-K) are essential strategies. Additionally, initiatives such as entrepreneurship workshops and online business ventures empower students to gain entrepreneurial skills and experience. These efforts, supported by governmental policies and infrastructure, are pivotal in enhancing Indonesia's economic growth and addressing unemployment challenges. Entrepreneurship emerges as a viable strategy to alleviate these issues by creating new economic opportunities and empowering individuals to pursue careers aligned with their skills. Motivation, self-efficacy, income expectations, and familial support are critical factors influencing entrepreneurial interest among students and adolescents.

Keyword: entrepreneurship, strategy, college, adolescents, economy


Pendahuluan

    Salah satu masalah umum yang dihadapi oleh negara berkembang, yakni mencakup kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan sosial, situasi yang juga dialami oleh Indonesia saat menghadapi pasar bebas dan persaingan global (Anggraeni & Nurcaya, 2016). Tingkat pengangguran meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan angkatan kerja yang bertambah, tetapi lapangan kerja yang tersedia tidak memadai (Hasanah & Setiaji, 2019). Menurut Badan Pusat Statistik Indonesia tahun 2014, terdapat sekitar 7,24 juta pengangguran di Indonesia, dimana lulusan diploma akademi dan perguruan tinggi berkontribusi sebesar 9,5% dari jumlah tersebut (Sintya, 2019). Persaingan global semakin memperumit situasi ini dengan adanya kompetisi antara lulusan perguruan tinggi Indonesia dan luar negeri.  

       Salah satu strategi untuk mengatasi masalah pengangguran dan memperbaiki perekonomian Indonesia adalah dengan mendorong semangat berwirausaha di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, melalui program-program kewirausahaan. Program ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian dan menciptakan lapangan kerja baru, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memilih pekerjaan sesuai dengan keahlian mereka (Indah et al., 2021). Penanaman semangat berwirausaha sejak dini dapat mengurangi tingkat pengangguran. Minimal 2% dari penduduk suatu negara harus menjadi wirausaha untuk mendorong kemajuan ekonomi. Menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan mahasiswa perguruan tinggi dan remaja diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja setelah mereka lulus. Pendapat ini dikuatkan oleh Buchori dalam (Sintya, 2019), yang menekankan pentingnya wirausaha dalam mendorong perkembangan ekonomi karena wirausaha memberikan kebebasan untuk berkarya dan mandiri (Bakhri et al., 2022). 

    Dengan kemauan dan kesiapan untuk berwirausaha, seseorang dapat menciptakan kesempatan kerja sendiri tanpa bergantung pada orang lain atau perusahaan lain. Studi yang dilakukan oleh Pajarianto et al. (2020) menunjukkan bahwa pelatihan dan pendidikan kewirausahaan dapat meningkatkan sikap berwirausaha di kalangan remaja dan mahasiswa. Hasil penelitian serupa oleh Wahyuningsih & Satriani (2019) menegaskan bahwa pelatihan kewirausahaan berperan penting dalam meningkatkan minat berwirausaha seseorang karena hanya teori saja tidak cukup untuk menumbuhkan semangat berwirausaha. Namun, Sintya (2019) menyarankan bahwa faktor-faktor seperti motivasi, efikasi diri, harapan akan pendapatan, dan dukungan lingkungan keluarga juga berperan penting dalam membentuk minat berwirausaha.

Motivasi berwirausaha merupakan hal yang tidak bisa terpisahkan pada diri seseorang sebab diperlukan sebagai dorongan diri untuk melakukan sebuah aktivitas salah satunya berwirausaha agar tingkat produktivitas seseorang semakin meningkat untuk mengembangkan usahanya. Pendapat tersebut dipertegas oleh penelitian Hafizhah et al., (2019) motivasi berwirausaha terhadap niat berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan, hal ini apabila seseorang mempunyai motivasi usaha yang  besar dalam dirinya, maka akan meningkat minat terhadap usaha. Berbeda dengan pendapat Hartanti & Rohmad (2016) menyatakan motivasi berwirausaha tidak  berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha. Motivasi berwirausaha adalah bagian daya penggerak seseorang  sehingga timbul rasa ingin melakukan kegiatan bisnis sehingga dapat terjamin dan terarah tujuannya menurut Harie & Andayanti (2020) dalam Wikanso (2013). Dengan adanya motivasi untuk berwirausaha seseorang akan mendapatkan kepuasan dalam bentuk profit, kebebasan, harapan yang menjadi kenyataan, dan hal lain yang dapat diatasi dengan baik sehingga usaha yang dirintis  mencapai kesuksesan (Yuningsih et al., 2016).

Menurut Sumarna & Sunarjo (2021) minat berwirausaha merupakan individu yang mempunyai kemauan, tekad, dan ketertarikan terhadap  dunia usaha sehingga ingin berusaha dengan tekun dalam memulai usaha tanpa adanya paksaan dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pendapat lain dikemukakan Mardi Santosa & Khusaini (2019) bahwa minat berwirausaha mahasiswa merupakan keinginan atau kehendak diri sendiri melakukan pekerjaan dengan bersusah payah supaya semua kebutuhan hidup terpenuhi tanpa mengkhawatirkan perasaan takut pada  risiko yang kelak terjadi, sehingga menjadi sebuah proses pembelajaran kegagalan dalam membangun bisnis. Minat berwirausaha berkaitan dengan perilaku sebab  minat diartikan sebagai bakat atau niat dalam diri, hal ini terbukti bahwa niat dijadikan sebagai cerminan terhadap munculnya perilaku sesungguhnya (Ramadhani et al., 2018). Terdapat pada Teori Perilaku Terencana (Theory of Planned Behavior) Ermawati et al., (2017); Ajzen (2005) menyatakan bahwa tindakan perilaku atau sikap bisa membentuk niat seseorang sehingga memberikan pengaruh secara langsung terhadap minat berwirausaha. 


Metode

Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ilmiah ini adalah metode campuran antara kuantitatif dan kualitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan penelitian secara sistematis dengan fenomena yang sedang diteliti. Penelitian ini dilakukan kepada kalangan mahasiswa dan remaja untuk memberikan gambaran yang mendalam mengenai peluang berwirausaha. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah wawancara dan kuesioner yang disusun berdasarkan tinjauan literatur dan tujuan penelitian. Selain itu peneliti juga melakukan observasi untuk mendapatkan data tambahan. Dengan cara mengamati perilaku dan interaksi mahasiswa/remaja dalam lingkungan sosial.


Hasil dan Pembahasan

Kewirausahaan terdiri dari gabungan dua kata yaitu ‘wira’ dan ‘usaha’. Kedua kata ini jika diartikan satu per satu maka kata wira diartikan sebagai kesatria, pejuang, prajurit, sementara kata usaha diartikan sebagai upaya seseorang bertindak untuk mendapatkan sesuatu. Maka dari itu, kewirausahaan diartikan sebagai upaya yang dilakukan oleh seseorang untuk mencapai tujuan tertentu dengan mengambil risiko. Kewirausahaan dilihat dari sisi ekonomi menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan perekonomian dengan memberikan jaminan keuntungan yang didapatkan dari usaha yang dilakukan. Di Indonesia sendiri program-program kewirausahaan banyak menyasar pada kalangan pemuda, khususnya Gen-Z. Gen-Z merupakan kelompok usia yang lahir dalam rentang waktu 1996-2012 (Yeptro, 2024). Maka dari itu, kewirausahaan dapat dilakukan siapa saja termasuk remaja dan mahasiswa. Pada saat ini banyak mahasiswa dan remaja yang telah berwirausaha. Menurut data pada tahun 2023 terdapat 2.722 startup di Indonesia dengan 10,6% didirikan oleh gen Z. Berwirausaha secara tidak langsung mengajarkan remaja untuk bisa bertanggung jawab sekaligus melatih kreativitas sehingga membuat mental para remaja menjadi tangguh dan berani mengambil risiko terhadap sesuatu yang bisa terjadi kedepannya dengan bisnis mereka.

Kewirausahaan juga menjadi solusi untuk mengatasi pengangguran yang ada di Indonesia. Hal ini karena dilihat dari data bahwa jumlah pengangguran di Indonesia menurut Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2024 mencatat sebanyak 7,20 juta penduduk Indonesia pengangguran, angka ini jika dibandingkan pada masa pandemi memang menurun namun tidak bisa dipungkiri bahwa indeks pengangguran di Indonesia masih tinggi (Irawati, 2024). Ditambah lagi dengan semakin banyaknya mahasiswa perguruan tinggi yang lulus sehingga jumlah angkatan kerja nasional yang membutuhkan lapangan pekerjaan semakin banyak. Maka dari itu, mahasiswa bahkan remaja lainnya dipandang memerlukan pengetahuan dan pengalaman berwirausaha sebagai cara agar mereka memiliki keterampilan sehingga mereka memiliki daya saing yang baik di dunia kerja bahkan bisa membuka peluang pekerjaan bagi orang lain. Selain itu, jumlah wirausaha pemula di Indonesia juga mengalami penurunan (Databoks, 2024). Sebagai solusi untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan cara untuk meningkatkan minat remaja terutama mahasiswa dalam berwirausaha.

                 Gambar 1. Tabel Jumlah Wirausaha Pemula di Indonesia


Upaya yang dapat dilakukan untuk dapat meningkatkan minat mahasiswa  dalam mengembangkan kewirausahaan bisa dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

  1. Menambahkan mata kuliah kewirausahaan dalam kurikulum perguruan tinggi. Cara ini dilakukan agar mahasiswa mendapatkan materi mengenai kewirausahaan melalui mata kuliah kewirausahaan. Dengan seperti ini maka mereka akan mendapatkan teori dan pengetahuan seputar bagaimana cara berwirausaha dan mengasah keterampilan mereka dengan tugas-tugas praktik yang akan menjadi bekal bagi mereka kedepannya ketika akan menekuni lebih lanjut dalam dunia wirausaha. Salah satu fasilitas yang dapat diberikan oleh perguruan tinggi misalnya dengan memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk membuat proposal kewirausahaan dan kemudian akan dilombakan, misalnya melalui kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K). Ketika proposal itu lolos maka akan mendapatkan pendanaan, hal ini dapat meningkatkan minat mahasiswa. Namun ketika proposal PKM-K itu gagal maka proposal itu bisa menjadi ide berwirausaha untuk pribadi ketika ia memang benar-benar ingin terjun dalam dunia wirausaha.

  2. Sosialisasi tentang wirausaha. Salah satu upaya dalam menumbuhkan minat usaha remaja dan mahasiswa adalah dengan melakukan sosialisasi, pembekalan, ataupun pelatihan, misalnya melalui webinar atau pelatihan kewirausahaan. Diharapkan setelah mengikuti webinar dan pelatihan kewirausahaan ini dapat meningkatkan minat dan memotivasi mahasiswa untuk berwirausaha dan memiliki jiwa entrepreneur sehingga  ilmu yang didapatkan dapat langsung diimplementasikan secara langsung.

  3. Mengambil kerja sampingan bagi mahasiswa. Maksudnya disini adalah selain mereka sebagai mahasiswa maupun pelajar, mereka bisa mendapatkan uang tambahan dengan mengambil kerja sampingan, freelance, ataupun bisa dengan membuka usaha online yang tidak perlu berinteraksi secara langsung dengan customer sehingga pelajar bahkan mahasiswa ini dapat membagi waktunya dengan baik. Apalagi di era digital ini dimudahkan dengan digitalisasi perekonomian salah satunya dengan munculnya banyak e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dll. Dengan mengambil pekerjaan sampingan mereka nantinya akan mendapatkan pengalaman berwirausaha. Selain itu, dapat mengasah keterampilan dan kemampuan mahasiswa.

Mahasiswa dan pelajar termasuk bagian dari Gen-Z yang lahir di tengah berkembangnya teknologi. Maka dari itu, Gen-Z tidak dapat terlepas dengan media sosial dan aplikasi-aplikasi online. Dalam bidang ekonomi juga mengalami digitalisasi, salah satunya adalah dengan munculnya e-commerce yang menjadi alat bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan jual beli secara online termasuk kegiatan pemasaran dan promosi melalui aplikasi Shopee, Tokopedia, dan sebagainya. Adanya perkembangan teknologi ini membuka peluang bagi mahasiswa dan pelajar untuk berwirausaha, seperti melakukan penjualan secara online sehingga target pasar yang akan mereka dapatkan akan lebih luas  (Hadi, 2023).

Dalam berwirausaha dikenal dengan banyak pasar mulai dari makanan atau kuliner, style, fashion, kecantikan, dan jasa. Pasar-pasar ini yang banyak dijalankan oleh para remaja dan mahasiswa. Banyak dari mereka yang memulai usaha bisnis dengan mencoba membuka toko online di platform yang sudah tersedia. Biasanya mereka bermulai dari memasarkan produk mereka melalui postingan Instagram atau Whatsapp kemudian membuka online shop di Shopee. Apabila usaha yang mereka jalankan semakin besar maka dapat membuka peluang untuk mendirikan usaha baru dan membuka lapangan pekerjaan.

Bisnis online ini menjadi pilihan yang tepat bagi mahasiswa dan pelajar karena media yang digunakan akan lebih mudah hanya mengandalkan handphone untuk marketing produk dan tidak perlu mengeluarkan banyak modal. Penggunaan media sosial akan sangat memudahkan bagi mahasiswa dan pelajar ini untuk membangun branding dari produk yang akan mereka jual, selain itu jangkauan pasarnya juga tentu akan semakin luas. Dengan bisnis online misalnya dengan berjualan di e-commerce baik barang ataupun jasa di Shopee dan Tokopedia diharapkan dapat menurunkan angka pengangguran di Indonesia dan dapat membantu perekonomian Indonesia. Bahkan menurut Kemkominfo pertumbuhan e-commerce di Indonesia  mencapai 78% dan merupakan yang tertinggi di dunia (Kemkominfo, 2019). Hal ini bisa jadi disebabkan karena masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang sangat  gemar menjelajah internet, bahkan diantaranya 80% pengguna internet adalah remaja di usia 15-19 tahun.

Dari jumlah persentase di atas pemerintah diharapkan dapat memaksimalkan potensi masyarakat Indonesia terutama dalam kewirausahaan. Selain sebagai solusi untuk mengatasi pengangguran juga dilakukan sebagai cara untuk dapat memajukan kualitas SDM masyarakat Indonesia itu sendiri bisa dimulai dari masyarakat yang berusia remaja sebagai bekal mereka ke depannya. Dalam semua upaya yang ada tetap membutuhkan peran dari pemerintah untuk mendorong minat berwirausaha di kalangan anak muda. Hal ini juga bisa digunakan untuk menanggulangi pertambahan angka pengangguran di Indonesia. Keberhasilan pembangunan suatu negara sangat bergantung pada pemanfaatan  sumber daya yang dapat dikelola dengan baik untuk mencapai kemajuan dalam pembangunan khususnya di bidang perekonomian.

Berbagai inisiatif yang dilakukan pemerintah saat ini tentunya sangat optimal, namun apabila inisiatif pemerintah tersebut didukung oleh seluruh instansi pemerintah termasuk perguruan tinggi yang menjadi salah satu produsennya, tentu saja tujuan yang diinginkan akan dapat tercapai jalan. Berikut adalah beberapa inisiatif yang diambil oleh pemerintah yaitu:

  1. Memberikan informasi kepada calon pengusaha dalam penciptaan lapangan kerja melalui berbagai media yang bertujuan untuk menarik jumlah tenaga kerja terampil sesuai dengan bidang keahliannya.

  2. Penyediaan sarana dan prasarana penunjang penciptaan lapangan kerja sesuai dengan kesempatan kerja dan potensi angkatan kerja.

  3. Menjaring tenaga kerja yang ada dengan memberikan pelatihan sesuai dengan tenaga kerja yang dibutuhkan.

  4. Memberikan motivasi untuk terus berusaha membangun bisnis tanpa takut risiko.

Sebagai mahasiswa atau pelajar yang melek terhadap teknologi seharusnya tidak hanya dijadikan sebagai objek konsumen saja, akan tetapi generasi muda juga seharusnya memanfaatkan peluang wirausaha dengan adanya kemudahan teknologi. Ditambah lagi dengan adanya algoritma media sosial yang dapat memudahkan produsen untuk dapat mengetahui selera tren konsumen dan kemudian memasarkan produk barang atau jasa mereka melalui media sosial tadi sehingga branding dari produk tersebut akan dinilai baik oleh konsumen misalnya dengan pembuatan konten-konten yang kreatif. 


Kesimpulan dan saran

Masalah pengangguran dan ketimpangan sosial merupakan tantangan serius bagi Indonesia dalam menghadapi pasar bebas dan persaingan global. Meskipun demikian, kewirausahaan muncul sebagai solusi potensial untuk mengatasi masalah ini dengan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian melalui inisiatif berwirausaha, terutama di kalangan generasi muda.

      Untuk kedepannya disarankan pada perguruan tinggi untuk meningkatkan inklusi mata kuliah kewirausahaan dalam kurikulum merdeka, serta mendukung inisiatif seperti Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) untuk mendorong mahasiswa mengembangkan ide-ide bisnis mereka. Selanjutnya melakukan sosialisasi dan pelatihan kewirausahaan secara intensif melalui webinar, workshop, atau program pendidikan non-formal lainnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan minat mahasiswa serta remaja terhadap kewirausahaan. Mendorong dukungan lingkungan keluarga, meningkatkan motivasi, efikasi diri, dan harapan akan pendapatan sebagai faktor-faktor krusial dalam membentuk minat berwirausaha. Memberikan motivasi dan dukungan yang cukup bagi mereka yang ingin mencoba berwirausaha. Mendorong mahasiswa untuk mengambil kerja sampingan atau memulai usaha online sebagai pengalaman awal berwirausaha. Platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia dapat menjadi sarana efektif bagi mereka untuk memulai dan mengembangkan bisnis. Mendukung inisiatif pemerintah dalam menciptakan kebijakan yang mendukung pengembangan kewirausahaan, termasuk memberikan informasi, penyediaan sarana dan prasarana, serta pelatihan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas tenaga kerja terampil.

Referensi

Anggraeni, D. A. L., & Nurcaya, I. N. 2016. Peran Efikasi Diri Dalam Memediasi Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Niat Berwirausaha. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 5(4), 241653.

Bakhri, S., Busthomi, A. O., & Sidik, G. M. (2022). Mata Kuliah Kewirausahaan Dan Teknologi Informasi Berpengaruh Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa. Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah, 7(2), 195. https://doi.org/10.24235/jm.v7i2.11577 

Databoks. 2024, Mei 8. Jumlah Wirausaha Pemula di Indonesia (Februari 2013-Februari 2024). Retrieved Juli 15, 2024, from https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2024/05/08/wirausaha-pemula-di-indonesia-berkurang-awal-2024

Hadi, N. 2023. Peluang Bisnis Online Shop di Era Digital Bagi Mahasiswa Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang. Jurnal ISECO, 2(1), 11.

Hasanah, U. U., & Setiaji, K. (2019). Pengaruh Literasi Digital, Efikasi Diri, Lingkungan Terhadap Intensi Berwirausaha Mahasiswa Dalam E-Business. Economic Education Analysis Journal, 2(1), 1–18. https://doi.org/10.15294/eeaj.v13i2.17051

Indah, M. Y. N., Wulandari, R., Yanti, M. M., Shodiq, F., Fathonah, Pawestri, A. A. M., Alvianita, I., & Husna, A. N. 2021. Resiliensi Wirausaha Digital di Masa Pandemi Covid-19: Studi Literatur. Proceeding of The Enterpreneur, 1, 643–648. http://repository.urecol.org/index.php/proceeding/article/download/1402/1369 

Irawati. 2024, Mei 6. Per Februari 2024, Masih Ada 7,20 Juta Orang Nganggur di RI. Retrieved Juli 15, 2024, from https://infobanknews.com/per-februari-2024-masih-ada-720-juta-orang-nganggur-di ri/#:~:text=Jakarta%20%E2%80%93%20Badan%20Pusat%20Statistik%20(BPS,)%20sebesar%204%2C82%20persen.

Kemkominfo. 2019, Februari 28. Kemkominfo: Pertumbuhan e-Commerce Indonesia Capai 78 Persen. Retrieved Juli 15, 2024, from https://www.kominfo.go.id/content/detail/16770/kemkominfo-pertumbuhan-e-commerce-indonesiacapai-78-persen/0/sorotan_media#:~:text=Kemkominfo%3A%20Pertumbuhan%20e%2DCommerce%20Indonesia%20Capai%2078%20Persen,-Kategori%20Sorotan%20Media&text=Skalanews%20%2D

Pajarianto, H., Ukkas, I., & Pribadi, I. (2020). Pengembangan Kewirausahaan Di Universitas Muhammadiyah Palopo. SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(1), 442. https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i1.3230

Sintya, N. M. 2019. Pengaruh Motivasi, Efikasi Diri, Ekspektasi Pendapatan, Lingkungan Keluarga, Dan Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Jurusan Akuntansi Di Universitas Mahasaraswati Denpasar. Jurnal Sains,Akuntansi Dan Manajemen, 1(1), 1–44. http://journals.segce.com/index.php/JSAM/article/view/31/32 

Wahyuningsih, S., & Satriani, D. (2019). Pendekatan Ekonomi Kreatif Terhadap Pertumbuhan Ekonomi. IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita, 8(2), 195–205. https://doi.org/10.46367/iqtishaduna.v8i2.172

Yeptro. 2024, Januari 10. Apa itu Generasi Milenial, Baby Boomers, Gen X, Gen Z, dan Gen Alpha. Retrieved Juli 15, 2024, from https://www.rri.co.id/iptek/509842/apa-itu-generasi-milenial-baby-boomers-gen-x-gen-z-dan-gen-alpha





Komentar